Lebih dari Satu Kata Kawan...

21:34



Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri.

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya…

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Sahabat adalah mereka yang menghampiri ketika seluruh dunia menjauh, karena persahabatan itu bagaikan satu tubuh, saat tangan terluka, mata menangis dan mulut mengaduh. Saat mata menangis, tangan mengapus air mata.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Seseorang pernah berkata, “Sahabat dan teman itu sama. Tapi nilai rasanya berbeda. Sahabat nilai rasanya lebih tinggi. Hatinya lebih mengerti kita. Tak hanya tahu diri kita, namun juga mengertikannya, memahaminya. Seakan dia adalah hatimu yang lain. Bahwa nilai rasa sahabat, lebih dari teman. Sahabat seakan punya kotak rahasia yang terkunci rapat untukmu.”
Terserah kamu ingin menyebut mereka teman, kawan, sobat, sohib atau sahabat. Sebenarnya sama saja. Lagipula, kamu tidak harus perlu alasan untuk berteman dengan mereka kan?

Dan kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
Saat kamu mulai membencinya karena suatu hal yang tidak kamu harapkan, cobalah ingat semua kebaikannya. Jikalau tidak bisa diingat, bayangkan saja wajahnya saat dia tersenyum, tertawa bahagia bersamamu. Dan.....

Ingatlah kapan terakhir kali kamu berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping kamu ?? Siapa yang mengasihi kamu saat kamu merasa tidak dicintai ?? Siapa yang ingin bersama kamu saat kamu tak bisa memberikan apa-apa ??

MEREKALAH SAHABATMU

Hargai dan peliharalah selalu persahabatanmu(*/syf)

-pernah dimuat di muat dimajalah Menossa tapi lupa edisi berapa.hehe ^^

You Might Also Like

0 comments

About me

Mencintai Sipil dan Sastra sebagaimana mencintai suami dan anak meski belum punya.

Penggiat Senyum dan Kebahagiaan Ummi Abi

Civil Engineering 2011 | Brawijaya Malang University | Young Engineer at PT Hirfi Studio Engineering and Management Consultant

Blog : jun-syifa.blogspot.com
Twitter : @araleostrada
Instagram : @jun.syifa

Like us on Facebook

Flickr Images