Pekat untuk Berkarat

22:29

Kamu memunggungiku...
Kamu membelakangiku...
Ketika bertemu, kamu langsung pergi
tanpa menyapa, tanpa bicara. tanpa sepatah kata
ya bagus.
itu memang lebih baik bagiku.
pergi saja.
itu akan lebih baik bagi hatiku.
Ada semacam perih dalam hati yang membuat mataku terpaksa berair
Ada semacam kelu di bibir
saat melihat kau pergi begitu saja.
Ya benar, itu lebih baik bagiku. sangat baik.
aku akan pura-pura tersenyum baik-baik saja, seperti orang lain.
Ya benar itu memang lebih baik bagi hatiku. lebih menjaga hatiku. persetan dengan perih atau rasa degup yang berdetak bertalu-talu.
kau pergi, kau memunggungiku, kau membelakangiku, kau menjauh...
......itu lebih menjagaku, menjaga hatiku.
Lalu kapankah kau mengerti apa yang ada di dalam hati?
tatapan ini tidak butuh jawab kok.
bilamana ia semakin pekat, ia kan terbang menguap wuuuusssshh seperti debu dan angin. dan ia tak akan sempat terungkap karena akan lebih dulu berkarat. aku sangsi akan hal itu. _177

10.28
@Kamar Triplek
^^

You Might Also Like

0 comments

About me

Mencintai Sipil dan Sastra sebagaimana mencintai suami dan anak meski belum punya.

Penggiat Senyum dan Kebahagiaan Ummi Abi

Civil Engineering 2011 | Brawijaya Malang University | Young Engineer at PT Hirfi Studio Engineering and Management Consultant

Blog : jun-syifa.blogspot.com
Twitter : @araleostrada
Instagram : @jun.syifa

Like us on Facebook

Flickr Images