Menunggu

21:16

ah, kata apa yang paling tepat untuk mewakili sebuah perasaan di kala menunggu?

cemas?

harap?

senang?

takut?

macam-macam deh,segala perasaan yang berkerumun menjadi satu, salah tingkah, senyum-senyum sendiri. mondar-mandir di sekitar rumah, masuk keluar rumah mondar-mandir lagi. dilihatin orang.

pernah mengalaminya kan?

lalu apa yang pernah kamu tunggu?

kiriman uang khas anak perantauan yang jauh dari orang tua dan kampung halaman. biasanya saat awal bulan

hasil akumulasi dari kinerja dan usahamu selama 1 semester,  4 tahun kuliah. baikkah?burukkah? lalu mau jadi apa kamu?

paket buku, kaos atau barang-barang dari toko online yang kamu beli belum datang. atau….

seseorang dengan sebuah janji padamu untuk bertemu?kau tidak pernah bertemu dengannya, sekalipun, hanya bisa melihatnya dari balik kaca pixel. dan dia akan melakukan sesuatu yang heboh bersamamu dan untuk dikenang? kau terlihat begitu mengenalnya.

atau

seseorang yang berwajah menyenangkan,meneduhkan?yang akan meluruhkan jaraknya padamu, mengakhiri masa penantianmu dan akan menemanimu seumur hidupmu. baik untuk dunia dan akhirat.

Lalu apakah kamu jadi benci menunggu?jawab aku.

kau tidak tahu hasil akhirnya bukan?

kecewa yang kau dapat karena menunggu terlalu lama sampai berkerut dahimu hingga berlipat-lipat atau sampai keriput usiamu karena tidak mendapatkan apa-apa.

Kata-kata kurang sopan kah yang keluar?

atau…

melonjak gembira ketika mendengar suara, “Paket!!!!”

Malang, 10 Maret 2014

tak apa menunggu, asal pasti. setuju? :)

You Might Also Like

0 comments

About me

Mencintai Sipil dan Sastra sebagaimana mencintai suami dan anak meski belum punya.

Penggiat Senyum dan Kebahagiaan Ummi Abi

Civil Engineering 2011 | Brawijaya Malang University | Young Engineer at PT Hirfi Studio Engineering and Management Consultant

Blog : jun-syifa.blogspot.com
Twitter : @araleostrada
Instagram : @jun.syifa

Like us on Facebook

Flickr Images