Merindukan Masa Depan By Crayon

19:44


Pernah tidak? Disaat di kamar, dikejar deadline, kertas-kertas berserakan, buku-buku tebal penuh dengan penanda halaman, dan kita didepan laptop, seakan frustasi menatap tulisan sudah diketik, tapi di delete lagi, ketik kalimat lagi, delete lagi. Berulang-ulang prosesnya hingga matahari condong ke Barat tapi tulisan belum berkembang sama sekali.

Disaat banyak ujian dan tugas, keadaan ini sering menderaku. Dan pikiran-pikiran aneh merong-rong otakku. Aku berpikir, bila aku sudah punya suami, keadaan frustasi seperti ini akan menyingkir jauh bila kudapati senyumnya yang menenangkanku.

Tapi selepas itu aku kembali berpikir, bukankah dulu sewaktu aku SMA justru membayangkan enaknya masa kuliah? Padahal saat kuliah aku menemui titik tidak enaknya juga. Lalu dulu, saat SMP aku ingin cepat-cepat masuk SMA, karena di TV dan novel, SMA itu paling seru katanya.

Aku rasa, memang akunya saja yang tidak bersyukur. Inginnya ke masa yang akan datang, namun bila tiba masa aku menjalaninya, ternyata tidak seenak yang aku duga, lalu kembali membayangkan masa selanjutnya. Begitu terus… tapi payahnya, jarang aku memikirkan masa depan yang paling pasti, yaitu mati.

- yap seperti sekarang ini ada makalah dan presentasi, oh ya jangan lupa tugasnya pak Suroso, Teknik Pondasi

You Might Also Like

0 comments

About me

Mencintai Sipil dan Sastra sebagaimana mencintai suami dan anak meski belum punya.

Penggiat Senyum dan Kebahagiaan Ummi Abi

Civil Engineering 2011 | Brawijaya Malang University | Young Engineer at PT Hirfi Studio Engineering and Management Consultant

Blog : jun-syifa.blogspot.com
Twitter : @araleostrada
Instagram : @jun.syifa

Like us on Facebook

Flickr Images