Sehijau Cokelat (2)

20:14


kubasuh mukaku dengan air wudhu, bersiap mendermagakan ujung sajadahku di sepertiga malam ini. Entah mengapa, aku ingin berlama-lama berbincang dengan-Nya, mengadu. Biasanya tidak lama seperti ini, terakhir aku berbicara banyak saat kelas 12, penentuan masa depan menuju jenjang kuliah.
Teringat kabar dari Yusi tadi sore, Rahmat akan segera menikah. iya menikah dengan perempuan muslimah, cantik, manis dan wajahnya meneduhkan, aku tahu calon istrinya segera setelah dapat kabar dari Yusi langsung kepo nyari foto-foto calonnya dan hasilnya... cantik. cocok.
Hatiku sedih, harapan-harapan untuk membersamainya luruh seketika. doa-doa yang sering kupanjatkan untuknya dan usaha untuk memantaskan diri ternyata tidak ada hasilnya. Ah, mungkin kurang intens dan khusyuk aku berdoa dan usahanya. Naik turun dan mungkin sering turunnya.
Kutaruh keningku sekali lagi, menyebut asma-Mu dan menahan gejolak sakit yang menjuru dari hati ke seluruh tubuh. Beginikah rasanya? Ya Allah, beginikah rasanya menyukai seseorang untuk pertama kalinya, tersimpan rapi dan rapat hingga aku memasuki dunia kerja, hanya bisa mendoakan kebaikan untuknya, berusahan memperbaiki dan memantaskan diri, hanya berharap secara sepihak kalau kedua proposal hidup kami saling ditukar oleh masing-masing Murabbi kita.

You Might Also Like

0 comments

About me

Mencintai Sipil dan Sastra sebagaimana mencintai suami dan anak meski belum punya.

Penggiat Senyum dan Kebahagiaan Ummi Abi

Civil Engineering 2011 | Brawijaya Malang University | Young Engineer at PT Hirfi Studio Engineering and Management Consultant

Blog : jun-syifa.blogspot.com
Twitter : @araleostrada
Instagram : @jun.syifa

Like us on Facebook

Flickr Images