Cerita Jika Istrimu Seorang Civil Engineer. (part 1)

12:24


Teruntuk someonethere. Aku menyebutmu Ksatria Langit, karena ada hati yang ingin kamu dengar, ada perasaan yang ingin kamu perhatikan. Tapi waktu masih berkuasa menyembunyikan teka-teki jawabnya, maka aku harus terus rajin mengunjungi dan menyapamu lewat baris-baris doa, yang meninggalkan bumi menuju arasy-Nya. Ketahuilah, aku sedang memperbaiki dan memantaskan diri. Kamu juga kan?

Menurutmu ini bagaimana?

Jika istrimu seorang Civil Engineer, dia juga seorang Urban Regional Planner, kamu tahu kan? Yang merencanakan wilayah dan tata letak kota, yap dia juga mempelajarinya dan itu dunianya, lingkungan ketika ia belajar, bekerja dan berpetualang. Bagaimana mengatur tata letak kota untuk pendidikan, hiburan dan lain-lain agar tidak semrawut. Suatu hal dengan skala yang besar bukan? Itu bisa menjadi awal pembelajaran bagaimana ia mengatur sesuatu dengan skala kecil yaitu rumah tangganya kelak. Menurutmu tidak apakah bila istrimu seorang Civil Engineer?

Jika istrimu seorang Civil Engineer, dia juga seorang Arsitek. Kau tahu Arsitek Peradaban? Dia (pernah) bercita-cita ingin menjadi Arsitek Dunia Akhirat, tertulis jelas di album kenangan SMA nya. Dia suka menggambar apapun, apalagi manga dan bermain sketsa. Untuk merencanakan suatu bangunan atau jembatan, seorang Civil Engineer tentu saja memerlukan desain perancangan. Berbeda dengan ‘arsitek-arsitek’ di luar sana yang lebih mementingkan estetika alias keindahan, kami sebagai Engineer lebih detail karena selain memikirkan estetika juga kami juga memperhitungkan sesuatu halnya lebih rinci dan detail. Hal yang mungkin kamu pikir sepele dan mungkin sempat kamu berpikir, “ah apaan ini?” Jembatan contohnya, kami memperhitungkan beban mulai dari beban sendiri jembatan itu, beban berjalan dari kendaraan, beban angin dan beban-beban lainnya. Kami juga memikirkan bahan-bahan dalam perancangan jembatan yang dipakai itu murah, kokoh, awet dan tahan lama hingga beberapa tahun. Entah memakai kayu,beton atau baja. Dari sambungannya sendiri seperti baut, pasak, paku keling, kokot bulldog atau cincin belah. Kamu pasti senyum-senyum sendiri, “ini bahan makanan apa untuk makan malam nanti?”

Dan jika istrimu seorang Civil Engineer, mungkin kan kau dapati dia akan berteriak mengagetkanmu, “Kok nggak kontrol sih?kok nggak nol?” dia tidak butuh dimengerti tapi butuh dipahami saat ia berkutat dengan laptop/computer dengan pekerjaanya,perhitungannya. Kamu mungkin sering cermburu dengan teman hidupnya semenjak kuliah yaitu kalkulator. Ajaklah dia keluar dari ‘kesibukannya’, kamu pasti punya ide banyak untuk mendapatkan perhatiannya. Ajaklah dia masak bareng membuat eksperimen menu makanan baru, nyuci bareng, bersih-bersih rumah bareng, atau sekedar jalan-jalan menghirup udara segar, jalan-jalan sore atau sehabis subuh. Dan bukan di Mall atau tempat yang banyak orangnya. Dia tidak tahan berada di tempat seperti itu, sumpek. Mending ke toko buku beli komik atau novel atau sekedar melihat buku baru. Kamu tahu tidak, dia mungkin akan tersipu ketika kau memberinya kejutan. Bunga. Yap bunga mawar merah. Setangkai atau satu bucket macam-macam bunga tiap minggunya  Kau akan mendapati wajah salah tingkahnya karena…… ah kamu sudah rahasia kecilnya bukan? Dia akan tersipu ketika kamu memperlakukannya sebagai ‘wanita sebenarnya’, bukan wanita tomboy (dia lahir di lingkungan yang banyak kaum pria kalaupun ada perempuan ya perempuan agak kelaki-lakian) atau teman perempuan sama-sama penyuka sepak bola, Manchester United, anime, manga, film action-science dan yang berbau ke-Jepangan. Dan salah satu rahasia kecilnya lagi, dia selalu berusaha menjaga hatinya hingga sekarang ini karena dia sudah berprinsip tidak akan pacaran sebelum menikah setelah dia mulai tahu dan paham apa itu batasan-batasan. kau akan beruntung sekali bila mendapatkan hatinya.

Dan jika istrimu seorang Civil Engineer, kan kau dapati dia sering pergi karena proyek dengan memakai setelan khas engineer di lapangan. Helm proyek,sepatu proyek, safety jacket dan safety shoes. Entah sebagai pemegang proyek, konsultan, kontraktor, atau mandor sekalipun. Sering dapat bentakan dari antasan karena rancangan jembatan yang tak masuk akal, pengaturan perkerasan jalan serta lalu lintas yang maburadul dan kegagalan-kegagalan bangunan lainnya. Teknik itu keras dan logis, tetapi dia tetaplah wanita, ada sisi kelembutan padanya meski tersembunyi di balik bulir air matanya.
Sekali lagi, kami memikirkan bagaimana Struktur bangunan itu tetap berdiri kokoh dan memperhatikan K3 (keselamatan dan kesehatan kerja).

Apakah kamu masih yakin jika kamu mempunyai istri seorang Civil Engineer?

Jika istrimu seorang Civil Engineer, dia akan berusaha membangun pondasi rumah tanggamu yaitu rumah tangga kita yang kokoh akan iman, ikhsan dan ikhlas sebagaimana yang ia pelajari di bangku kuliah, “Pondasi yang rapuh tidak akan pernah terbangun di atasnya bangunan yang kuat dan kokoh.” Aku punya ide bagaimana kalau kita membangun rumah tangga kita akan dasar pondasi tauhid? Kamu setuju tidak?
Yakinlah, bila saatnya tiba, di waktu yang tepat bila Tuhan mengijinkan. Kamu yang belum jelas siapaku dan kamu yang belum kuketahui pasti sosokmu.

Percayalah, wahai dirimu yang nantinya untukku…

Percayalah padaku, bila sekarang, saat umur yang masih muda melekat padaku, aku melakukan segala hal yang aku suka. Aku mencoba berbagai kesempatan, berharap mendapat sedikit pelajaran.
Aku ikut organisasi, aku ikut kegiatan di luar kampus, ikut ini-itu, tiba-tiba disini padahal tadinya disana. Atau kadang kala, aku menyendiri di kamar kost, seharian mengunci kamar, di depan laptop.
Percayalah, aku butuh bekal untuk hidup bersamamu kelak. Aku harus menyiapkan sebanyak-banyaknya property, amunisi dan diri sebaik mungkin.

Kamu tahu?

Kadang, aku ingin menjadi perempuan yang memakai baju seperti kebanyakan, memakai kerudung di putar kanan-kiri-atas-bawah, pakai high heels,  iya aku akui, aku ingin tampil seperti kaumku pada jaman sekarang. Modis, fashionable dan terlihat cantik.

Nah aku? Jangankan pakai make-up, pakai bedak saja tidak pernah. Asal wajah bersih, ya sudah. Atas kelemahanku itu, maka aku putuskan untuk memakai baju sesuai syari’at agamaku. Meski masih banyak kekurangan disana-sini, tapi aku berjanji akan terus memperbaiki diri.

Karena kamu tahu kalimat ini?

“Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik”.

Itu adalah kalimat Allah yang aku percaya sepenuhnya. Aku paham, kehidupan selanjutnya bakal tidak mudah. Meski aku tidak sendirian lagi, meski ada kamu yang menemani. Maka, aku butuh memperbaiki diri seperti aku butuh laki-laki, yang baik yang menggandeng tanganku nanti dan memberiku setangkai bunga mawar merah bukan alat Sondir ataupun Pull Shovel . :)

------------------------------ Inshaa Allah, To Be Continued-------------------------

Malang, 20 Mei 2014 (c) Jundina Syifa'ul Mujahidda 
Mahasiswi Teknik Sipil 2011 Universitas Brawijaya Malang





You Might Also Like

5 comments

  1. haash, --'

    udah, nikah aja sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. yee malah nyuruh-nyuruh, -_-

      emang gampang langsung nikah, kuliah aja belum bener, belum kesana belum ke situ, masih banyak yang harus kulakukan,impian-impian itu bro, banyak yg belum tercoret alias tercapai... doain aja dapat yg terbaik :D

      Delete
    3. memangnya sejak kapan berkeluarga berarti impianmu tak bisa lagi tercapai

      Delete
  2. sejak... pemikiran kalau berkeluarga akan mempunyai amanah baru, mengurus keluarga, suami dan jundi-jundinya. sebelum itu terjadi, impian-impian itu harus terwujud. kalau bisa semua impian.

    ReplyDelete

About me

Mencintai Sipil dan Sastra sebagaimana mencintai suami dan anak meski belum punya.

Penggiat Senyum dan Kebahagiaan Ummi Abi

Civil Engineering 2011 | Brawijaya Malang University | Young Engineer at PT Hirfi Studio Engineering and Management Consultant

Blog : jun-syifa.blogspot.com
Twitter : @araleostrada
Instagram : @jun.syifa

Like us on Facebook

Flickr Images