Sedih Itu...

10:34

Sedih itu...
Kala kamu mendengar kabar dari orang lain bahwa partnermu mau resign, entah kabar burung, simpang siur atau hanya sekedar curhatan. Yang pasti kamu tidak mendengarnya langsung dari mulut partnermu sendiri.
Kala kamu tidak tahu harus ngapain mendengar kabar resign itu, mau tabayyun ke orangnya langsung takut salah ngomong, malah ndukung 'dia' resign, mau bujuk biar ga resign tapi dengan cara apa?

Dear partner,
Lalu amanah ini mau dibawa kemana?

Memang, Kamu tidak bisa sendirian mengemban amanah ini, meski kamu tahu, "tidak akan sehat bila kamu berada diposisi yang sama untuk kedua kalinya, meski dengan partner yang berbeda, jelas karakter dan kinerjanya beda"
Sedih saja...
Apa ada yang salah dengan kamunya, sehingga partnermu berkeinginan resign? Padahal partnermu termasuk 'orang yang menggerakkanmu lebih dahulu' sehingga program kerja bisa berjalan lebih baik dari kepengurusan sebelumnya (yang sekarang juga di posisi yang sama seperti kepengurusan sebelumnya , dulu kamu sebagai 'penggerak partner' sekarang 'digerakkan partner' ) ?
Sedih saja...

Madiun, 24 Juli 2014

You Might Also Like

0 comments

About me

Mencintai Sipil dan Sastra sebagaimana mencintai suami dan anak meski belum punya.

Penggiat Senyum dan Kebahagiaan Ummi Abi

Civil Engineering 2011 | Brawijaya Malang University | Young Engineer at PT Hirfi Studio Engineering and Management Consultant

Blog : jun-syifa.blogspot.com
Twitter : @araleostrada
Instagram : @jun.syifa

Like us on Facebook

Flickr Images