Manusia Pengamen

22:53

Hai, ketemu lagi... akhirnya saya menulis lagi.
Ingat ga postingan sebelumnya saya menulis (untuk pertama kalinya) membuat target-target yang hanya beberapa di usia 21, pertama kalinya dalam hidup saya 'bersungguh-sungguh' membuat target hidup. dulu-dulu pernah sih bikin banyak target hidup tapi ga kecoret semua.haha
.............
scroll kebawah ya kalau lupa dengan postinganku sebelumnya. hehe
di nomor 1 saya menulis, menjadi asisten laboratorium mekanika tanah. #aamiin
.....
kenyataannya kemarin kamis atau jumat pengumuman siapa saja yang lolos menjadi asisten mekanika tanah dan saya termasuk peserta yang Tidak Lolos.
Sakit? iya bener, sakiiitt banget rasanya disini *nunjuk di dada* :D
padahal saya sudah menargetkan bila menjadi asisten lab mekanika tanah, saya ingin sungguh mengimplementasikan ilmu tanah, konsenterasi di ilmu tanah, ambil skripsi judul tentang tanah dan sokor-sokor ambil S2 juga.
Kecewa? banget. buyar sudah rencana-rencana itu. timbul rasa pesimis dengan target lainnya.
Allah... apa yang salah denganku (sekali lagi ini) ? sudah banyak target-target yang saya tulis tapi tidak pernah sekalipun saya coret (terwujud), yang skala kecil padahal. padahal saya sudah ngaji, liqo', shalat tepat waktu, shalat dhuha dan sebagainya. Nyatanya? Teman saya yang jarang solat kalaupun solat mefet waktunya nilainya lebih bagus dari saya, A. dapat beasiswa dan sebagainya.

.................

ketika saya bercerita apa yang sedang saya keluhkan kepada ummi saya dan bulik saya. Abi mengetahuinya. Abi marah.
"sampean itu terlalu menyalahkan diri sendiri. Jangan menyalahkan atau mengingkari takdir ntar kalimat syahadatmu bisa batal!" dan bla bla pesan super panjang lewat telepon.

.................

Pernahkan kamu mengalaminya seperti ini?
mungkin bagi kamu yang target-target di dinding sudah banyak yang tercoret, yang sering ke luar negeri, lolos paper beserta target-target besar lainnya tidak pernah mengalami hal seperti ini. benar tidak?

.................

dan....
perkataan seorang kakak di kontrakan (mbak reni martiana) membuat saya tercenung.
Manusia itu Ibarat Pengamen.
Tahu kan pengamen? kalau di bis ada pengamen yang suaranya jelek, wajahnya jelek, kita kasih uang biar tuh pengamen cepat pergi. kalau di bis ada pengamen yang suaranya bagus atau wajahnya cakep kita pasti mendengarkan dulu lagunya sampai selesai baru ngasih uang.
Begitu juga dengan berdoa.
Allah akan mendengarkan doa-doa orang-orang yang sungguh, dan tidak terburu-buru. "akan Kuberi seperti yang dia minta, entah sekarang, atau nanti dulu atau yang lain"
beda dengan bila kita berdoa dengan terburu-buru, tidak melembutkan suara kita dihadapan-Nya, pasti Allah akan memberi alakadarnya atau bahkan tidak sama sekali. :)
huhuhuhu, jadi selama ini........... :'(
Bismillah, terus benahi lagi hati saya, perkataan saya, cara doa saya, jangan lupa untuk terus berusaha dan tawakal. tunjukilah saya ke jalan-Mu yang lurus, jangan bolak-balikkan hati saya setelah mendapatkan petunjuk-Mu, tetapkanlah hati saya dan tutuplah dari godaan syaitan yang terkutuk. :)

--------------------------------
dan besok Insyaa Allah saya akan ke Bandung, akhirnya target usia 21 nomor 2. coret? Insyaa Allah coret!
yeeeii, Masjid Salman saya datang!! :D

............................................

Nyomot di salah satu blog :

Tentu semua orang tau siapa itu pengamen. Saat kita di atas bis kota atau di warung makan, pengamen silih berganti berdatangan, mereka bernyanyi sambil memainkan alat musik. Ada yang bersuara emas, tetapi ada juga yang bersuara besi alias asal bunyi hehe. Alat musiknya pun ada beraneka macam, ada yang modern tetapi ada pula yang ala kadarnya.

Biasanya kalau suara si pengamen tidak enak didengar, nada tinggi dan rendah tidak serasi, orang yang mendengarnya pun akan buru-buru memberikan uang. Uang yang diberikan pun tidak banyak, sekoin atau dua koin. Tujuannya jelas, agar si pengamen secepatnya pergi dari ruang pendengarannya.

Lain halnya kalau mendengar pengamen yang bersuara emas, si pendengar akan menikmati pertunjukan pengamen tersebut.  Menunggu sampai pengamen tersebut menuntaskan nyanyiannya, atau bahkan meminta tambahan nyanyian. Setelah selesai, si pendengar puas, barulah dompet dirogoh dan pengamen mendapatkan uang yang banyak, diiringi dengan senyum dari pendengarnya.

Seperti itulah juga dengan berdoa.

Kalau kita berdoa dengan terburu-buru, meminta dengan kalimat yang tidak enak, terkesan memaksa, bisa jadi Allah SWT segera mengabulkan permohonan kita. Tentu saja Dia memberikan sesuai dengan yang kita minta, Dia memberikan sedikit saja, sama seperti pendengar yang memberikan satu atau dua koin kepada pengamen bersuara besi di atas.

Tetapi bagaimana kalau kita berdoa dengan suara yang bagus, dengan tidak terburu-buru, dengan lemah-lembut, dengan menghiba memohon kepadaNYA? Jangan-jangan, Allah pun akan menunggu kita menyelesaikan seluruh doa kita. Menunggu mengabulkannya sampai seminggu, sebulan, setahun, bertahun-tahun. Atau bisa jadi Allah menunda memenuhi permohonan kita sampai kita tua, sampai ajal akan mendekat  untuk kemudian akan diberikanNYA bonus berlipat-lipat dengan penuh senyuman . Pasti semuanya akan sangat indah pada saat itu karena Allah tau yang terbaik bagi hambanya.

Jadi saudaraku, janganlah berputus asa dari rahmat Allah, karena Allah tau yang terbaik buat kita, hambaNYA. Allah yang tau kapan akan mengabulkan permohonan kita. Nantinya, Allah akan memberikan kita lebih dari yang kita butuhkan. Jadi jangan pernah bosan untuk berdoa, jangan pernah menyerah untuk menyampaikan permohonan kita kepadaNYA.
Cukuplah kita percaya, kalau tidak di dunia ini, yakinlah Allah akan mengabulkannya di akhirat nanti :)
=====================
QS. Yusuf (12): 87
“…dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir."


Malang, 8 September 2014 (c) Jundina Syifa'ul Mujahidda

You Might Also Like

1 comments

  1. Aku sering juga mbak seperti yang mbak alami diatas :'( ya lagi-lagi kalau kata ust.yosi keimanan yang menjadi titik kita, aku juga baru diingatkan seseorang tentang keyakinan. Bener kata temene mpean, kita sudah sering melafalkan bahwa doa itu ada 3 jawaban, dikasih langsung, digantikan yang lebih baik, dan ditunda sampai saat terbaik :) semangat mbak syifa, ada rencana Allah yang lebih indah buat mbak :) Allah pemilik dunia ini, minta terus sama Allah insya Allah suatu saat nanti akan datang disaat yang tepat :)

    ReplyDelete

About me

Mencintai Sipil dan Sastra sebagaimana mencintai suami dan anak meski belum punya.

Penggiat Senyum dan Kebahagiaan Ummi Abi

Civil Engineering 2011 | Brawijaya Malang University | Young Engineer at PT Hirfi Studio Engineering and Management Consultant

Blog : jun-syifa.blogspot.com
Twitter : @araleostrada
Instagram : @jun.syifa

Like us on Facebook

Flickr Images