Sudah Waktunya Untuk Disiapkan

23:25

Pertanyaan Mainstream
Orang yang menunda pernikahan, bisa jadi dia sedang merintis sesuatu yang jauh lebih penting dari sekadar menikah. Jadi berhentilah bertanya “kapan nikah?”. Itu pertanyaan mainstream yang—menurut hemat saya—hanya basa-basi yang tidak terlalu penting. 

Cobalah ganti pertanyaan itu dengan “Kapan nulis buku?”, “Kapan bikin proyek sosial lagi?”, “Kapan neliti lagi?”, “Kapan lanjut S2-S3?”, “Kapan ngebolang lagi?”, “Kapan ikut kompetisi lagi?”, “Kapan diskusi lagi?”, “Kapan bikin ini-itu lagi?” dan sebagainya yang berkontribusi terhadap perbaikan umat. Bisa jadi mereka yang ditanya sedang memikirkan itu dan lebih senang untuk ditanya itu. Mereka sedang mempersiapkan sesuatu untuk umat kelak, sehingga tidak sempat memikirkan dirinya sendiri.

Bisakah kita bertanya dengan sudut pandang berbeda? Untuk tidak menjadi mainstream yang tak berdaya guna? -Herri Cahyadi

benaaar, saya lebih suka kalau ditanya "kapan nulis buku"? :)

pesan ummi kemarin pas pulang, "sudah waktunya, disiapkan semuanya. "

aku : apa mi?

ummi : iya semuanya, disiapkan skripsinya, emosinya, mentalnya. jangan tukaran terus ma adik-adik. udah dikasih format gitu sama murabbi biar diisi.

aku : ._.

berkali-kali pesan yang dilontarkan beliau saat pulang kemarin

"Sudah waktunya, disiapkan skripsinya, disiapkan emosinya, disiapkan mentalnya, minimal sebelum skripsi sudah 'ada' "

jangan nunggu 'ada' pas udah kerja, lihat kayak mbakmu 'itu', susah kalau punya anak pas tua.



---------------

well, fokus kuliah dan amanah dulu aja. 'itu' ntar aja.

You Might Also Like

0 comments

About me

Mencintai Sipil dan Sastra sebagaimana mencintai suami dan anak meski belum punya.

Penggiat Senyum dan Kebahagiaan Ummi Abi

Civil Engineering 2011 | Brawijaya Malang University | Young Engineer at PT Hirfi Studio Engineering and Management Consultant

Blog : jun-syifa.blogspot.com
Twitter : @araleostrada
Instagram : @jun.syifa

Like us on Facebook

Flickr Images