Catatan Hati : Random 10112014

22:07

Masalah sensitive di dunia itu adalah uang. Terkait uang manusia bisa menjadi makhluk sensitive. Begitu juga temanku dan orang itu. Penyakit hati rasa ketidak percayaan itu mulai bermunculan.
Mungkin salah ana juga sih karena waktu itu memilih harus ngurus dulu di Teknik, waktu itu jadi Kabid Humas Konferensi BEM Teknik se-Jatim, satu posisi yang dianggap lumayan penting (katanya mas BEM eksternal), kalau nggak jalan ya acaranya juga ga jalan. Pikir ku, yah berhubung jadi bendahara 2, posisi yang cuma ‘dianggap pelengkap’ dari awal sampai acara selesai. Eh ternyata,
Saat masalah SPJ aja ana dicari-cari gara-gara bendahara 1 ngilang ga jelas, ga ada kabar, dialihkan ke salah satu anggota acara, sebut saja namanya Bunga (bukan nama sebenarnya). Ana kira udah selesai urusan spjnya ternyata Bunga ga nyelesain SPJ nya karena Bunga terlalu sibuk. Sibuk dan aktif dimana-mana. Ana yang nggak ngerti masalah SPJ dan perpajakan dibuat kelimpungan selama 2 tahun karena harus ngurus tugas besar,laporan dan segala tetek bengeknya di Teknik yang luar biasa menguras emosi dan penyakit dalam tubuh. Kapel kemana? Nggak bantuin? Entahlah. Yang bantuin sampai selesai ya wakapelnya, ya sohib ana di teknik, sebut saja namanya Melati.
Setelah uang turun semua, segala hal tetek bengek terkait birokrasi udah selesai. Bingung ini uang 44 juta mau dikemanain? Ana simpen di lemari aja deh, takutnya kalau ditabungin ntar kemakan bunga. Eh masih ingat dengan si Bunga, salah satu anggota acara, beliau menawarkan di taruh buku tabungan aja ke bank X, mandat dari pak kapel. Wooow,  kok ana ga tahu apa2? ga bilang ke ana langsung? Haha emang ana siapa juga. Kan cuma ‘orang pelengkap buat nyelesain SPJ’ , giliran urusan selesai uang udah turun semua dia baru ‘muncul’, si kapel itu.
Oh ya si Bunga menawarkan dia yang akan pergi ke bank dan ana menawarkan ikut menemani biar sekalian buku tabungannya atas nama ana saja, yah ana masih ingin dianggap bisa bertanggung jawab dengan amanah sebagai bendahara. “ga usah fa, lagian hujan, ana mau ke bank X yang di Suhat, sekalian ana jg mau ke suatu tempat” okelah, fine kalau dia bilang gitu.
Beberapa minggu kemudian, tiba-tiba si Bunga mau pinjam uang buat DP kontrakan temannya, anak fapet dan katanya mandat dari pak kapel. Ohoooo, napa ga ngomong ke ana langsung? Haha oh iya sapa ana? Haha ana sedikit kres waktu itu ma si Bunga. Karena perihal ga ngomong langsungke ana sbg bendahara malah ke bunga si acara. Jadi ingat kata katanya Bunga sendiri aja bilang, "sebenarnya ana juga ga mau fa harus megang ini sbg atas namaku" lah kalau ga mau kok meksa make namamu pake alasan perintah dari kapel lagi, prang yang ga bantuin sama sekali cuma seringnya nanya mulu. kata bunga dan kapel  si anak fapet itu ngembaliinya bulan September, akad peminjaman. Okelah.
Beberapa minggu kemudian, dapat sms dari anak FK mau pinjam uang juga buat DP kontrakan, katanya udah ijin pak kapel. Pak kapel sms juga ke ana kalau anak FK itu mau pinjam sekian dan akan dikembalikan bulan September., akad peminjaman.
Beberapa bulan kemudian memasuki Oktober Akhir, belum ada tanda sms atau kontak dari peminjam. Tiba-tiba, ana takut terkait akad dan bila saat itu juga ana dipanggil menghadap  Allah dan diminta pertanggungjawaban terkait Uang. Na’udzubillah. Oh ya ada yg minjem lagi buat DP kontrakan komsat, ketumnya yg minta langsung. Okelah petinggi, orang yg paling disegani mana berani ana nolak. Haha
Dan pemira 2014 sudah dimulai, tiba-tiba adik panitia pemira sms dan telpon ana pinjam uang pemira.  Wah harus janjian dulu ma si Bunga kan meski buku tabungannya disuruh ana yg bawa tp kan atas nama dia. Pengennya sih biar lebih mudah ngambilnya buat si adik pemira, ga perlu janjian nentuin jadwal dulu ma si bunga, lagian ana kan jg punya urusan lain, ana pengen dialih atas namakan ke ana kan bendaharanya (hahaha ego nya main), bukan si Bunga anak acara. Tapi, sms dari Bunga, “kemarin ane ketemu mas ganjar, kata beliau antm diminta sms dan izin dulu.. afwan ya fa. Mandat dr beliau”  
Dan sms dari kapel “wslmwrwb biar aja ukh bgini aja, klo ant susah ngmng ke bunga nanti antbntu” bah, mandat apanya. Jadi ingat kata katanya Bunga sendiri aja bilang kapan hari itu, "sebenarnya ana juga ga mau fa harus megang ini sbg atas namaku" lah kalau ga mau kok meksa make namamu pake alasan perintah dari kapel lagi, orrang yang ga bantuin sama sekali cuma seringnya nanya mulu
What the hell between you two? Kalau kalian pengen lebih ‘bisa koordinasi ’ya  ga usah pake kedok kayak ginilah, langsung nikah aja sono.
._.


You Might Also Like

0 comments

About me

Mencintai Sipil dan Sastra sebagaimana mencintai suami dan anak meski belum punya.

Penggiat Senyum dan Kebahagiaan Ummi Abi

Civil Engineering 2011 | Brawijaya Malang University | Young Engineer at PT Hirfi Studio Engineering and Management Consultant

Blog : jun-syifa.blogspot.com
Twitter : @araleostrada
Instagram : @jun.syifa

Like us on Facebook

Flickr Images