Arti Sebuah Parameter Sibuk dan Nganggur

00:10

pernah mendapati hal seperti ini:

akh/ukh, tolong koordinasikan dengan akh fulan terkait acara ini | akh/ukh sibuk ga? bisa minta tolong... | ini tanggung jawab antum sebagai bla bla, bisa kan?
ukh fulanah sibuk, ngeleb, akh fulan sibuk survey, bla bla persiapan skripsi  | emang ana pengangguran? emang situ doang yang ngurusin akademik? | ini amanah dipikul bareng2, ya ga boleh gitu dong, harus bagi-bagi peran.
dan endingnya pun bergulir, saling lempar sana sini, serasa piala bergilir eh bukan main voli, sepak takraw, atau sepak bola, jegal menjegal, sliding tackle (ga sampe segitunya ding!)

Sob, sebenarnya 'parameter kesibukan' dan 'pengangguran' itu seperti apa sih?
apakah jadi itu namanya 'pengangguran' karena ga sering muncul di organisasi itu, meng'anggurin' amanahnya untuk sekejap? karena realitanya 'sibuk' mengurus akademik (mungkin), mendapatkan 'amanah asli' dari orang tuanya untuk segera lulus lalu nikah eh salah kerja dulu.
atau males (mungkin) atau ekspetasi terburuk, dia sudah mulai lelah dengan semua itu
atau orang 'sibuk' itu yang selalu muncul diorganisasi? aktif dimana-mana, militannya sih bagus, keren, TeOPe dah, tapi skripsi keteteran, teman-temannya udah pada banyak yang lulus dan kerja, dianya malah aksi dimana-mana (mungkin). Militannya kueren 'sibuk' (y) tapi skripsi dan tugasnya di'anggurin' 

Jadi harus dibeberin gitu semua kegiatan dan apa yang terjadi pada ana agar tidak ada salah paham? | apa namanya? Tabayyun?
woi, ya nggak gitu juga kali bro, riya' ntar namanya, sombong amir, amir aja ga sombong-sombong amat, pada nunjukin kesibukannya dengan serta merta 'aku iki uduk pengangguran woi!'

lalu, terus, kemudian, selanjutnya bagaimana?

yah, kalau dirasa perlu dibeberkan semuanya yah beberkan, toh (mungkin) aja ga ada yang peduli, ga bakal ada, berani bertaruh deh. dijamin. yang (mungkin) dipedulikan itu kegiatan lancar berjalan dengan baik, yang datang banyak, semua senang, proker terlaksana, LPJ-an lancar penuh kritik dan saran, dapat pujian dan evaluasi, tak lupa ukhuwah tetap terjaga bukan?

Gini sob, kalau mengutip kata seorang mbak mantan ketua DPM, kurang lebih seperti ini, akademik dan amanah itu harus balance, ga bisalah dia prioritas ke amanah doang tapi akademik nggak semacam anak organisatoris (?), atau sebaliknya fokus ke ademik saja tapi amanah ga mau alias ditinggal, ini namanya study oriented. sehingga fikrohnya juga seimbang ke arah horizontal dan tegak lurus kepada Allah swt. Tsaqofahnya juga alias pemahamannya, jadi ga melulu mulek ae di situ terus, dizona (ny)amannya terus.

But, anyway. itu pilihan. lagi-lagi itu pilihan yang kembali pada diri pribadi. semua orang punya pilihan hidupnya masing-masing dan kita sebagai saudara semuslim dan seiman tidak boleh serta merta memaksakan kehendak dan pilihan kita pada orang lain. hargailah pilihan orang lain, jangan asal nuduh dengan praduga tak bersalah (?), yang kemudian timbulnya prasangka-prasangka yang bisa memggonjang-ganjingkan bumi Pertiwi ini (lebay!) eh maksudnya menggonjang-ganjingkan tali ukhuwah yang diikat atas nama Cinta-Nya, cinta Rasul, Al Qur'an dan Sunnah (sebut semua rukun iman) , cinta saudara seperjuangan, dan.... apa lagi? (cari dan sebut sendiri)

Imam Al Ghazali pernah bilang, yang namanya Ukhuwah itu bukan terletak pada pertemuan, bukan pada manisnya ucapan di bibir tetapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya di dalam doanya.

mungkin kalau dalam hal ini tulisan ya bukan ucapan?

Last but not least, hargailah saudaramu, persahabatanmu, amanahmu, jaga mereka dalam setiap doamu, dan Insyaa Allah akan berbalik baik kepadamu, kamu menghargai mereka, mereka juga akan menghargaimu, saling mendengar dan saling mengerti satu sama lain, jangan melulu minta dipahami terus. Ingat, hubungan sebab-akibat? Aksi-reaksi? 
-
lalu bagaimana adab ber-Tabayyun? kita nantikan episode tulisan selanjutnya setelah saya mengorek-ngorek ilmu dari mbak Murabbi waktu halaqah (=lingkaran) liqo' (=melingkar), oke? see you soon :)

Malang, 19 Desember 2014 (c) Jundina Syifa'ul Mujahidda 
dalam episode #NTMS (Note to My Self) Part 1


You Might Also Like

0 comments

About me

Mencintai Sipil dan Sastra sebagaimana mencintai suami dan anak meski belum punya.

Penggiat Senyum dan Kebahagiaan Ummi Abi

Civil Engineering 2011 | Brawijaya Malang University | Young Engineer at PT Hirfi Studio Engineering and Management Consultant

Blog : jun-syifa.blogspot.com
Twitter : @araleostrada
Instagram : @jun.syifa

Like us on Facebook

Flickr Images