Langit Bercerita Tentang Angin

14:23




Angin ini bermaksud baik, mengantarkan serbuk bunga segera mencium ikatannya.
Angin ini terbang lembut, berusaha bijak menelusuri segala arah.
Angin ini menginginkan adil, bergerak tak terlihat untuk kebaikan tumbuhnya benih.
Angin ini berharap lebih, kebaikan kecil menumbuhkan kebaikan yang hakiki.
Serbuk bunga telah jatuh, benih baru telah tumbuh.
Angin berjalan lembut, manari sembari menempelkan senyum menatap kehidupan atas sedikit sentuhannya, atas kuasa zat di atasnya.
Angin ini lupa, pemikiran bukan hanya ada pada dirinya.
Kaki-kaki manusia mengaku suci, melangkah mengaku menjabat.
Kaki-kaki manusia mengaku selembut angin, berjanji menjaga benih.
Tentu berbeda yang sungguh dan yang tercium palsu.
Lihat, kaki-kaki itu mengijinkan jemari memindahkan benih dari rumahnya.
Memisahkan benih dari bumi yang melahirkannya.
Terlihat tidak ada yang salah, hanya terlihat.
Hal yang terbiasa, salah pun terlihat biasa.
Angin ini lupa, pemikiran bukan hanya ada pada dirinya

Malang, 2 Desember 2014

You Might Also Like

0 comments

About me

Mencintai Sipil dan Sastra sebagaimana mencintai suami dan anak meski belum punya.

Penggiat Senyum dan Kebahagiaan Ummi Abi

Civil Engineering 2011 | Brawijaya Malang University | Young Engineer at PT Hirfi Studio Engineering and Management Consultant

Blog : jun-syifa.blogspot.com
Twitter : @araleostrada
Instagram : @jun.syifa

Like us on Facebook

Flickr Images