Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus.

22:11


Teruntuk rekan-rekan tersayang, Pejuang KKM 37 selama 4 Hari

Masih terasa segar ingatan setahun yang lalu, ketika beban itu ditawarkan dari seorang adik tingkat laki-laki kepada saya sebagai PJ kerohanian putri KKM 36. Penuh pertimbangan saya (waktu itu) menerima tawaran itu. Mengapa saya yang sudah angkatan 2011? Mengapa bukan yang lain? Bukankah untuk tahun ini angkatan 2012 untuk yang ambil ‘peran’ dalam kegiatan ini? KKM… ah, bila ditanyakan kepada orang-orang mahasiswa Teknik Brawijaya yang sudah lulus bergelar ST pun pasti sudah tak asing dengan KKM. Kemah Kerja Mahasiswa, momok bagi mahasiswa baru karena kabar burungnya sebagai titik kulminasi Probinmaba, puncaknya kegiatan ospek yang berkedok pembinaan, itu katanya si kabar burung untuk menakuti maba (mahasiswa baru) untuk tidak ikut. Tidur dengan tenda di lahan yang jauh dari kota, kekurangan air sehingga tidak mandi, tidak sampoan dan tidak sikat gigi (saya dulu 6 hari), yang putri memasak, yang putra mengerjakan proyek entah membuat jalan, saluran air berupa gorong-gorong atau yang lain, beda tiap tahunnya dan tentu saja Pressing dari kakak-kakak panitia, Padahal nyatanya, manfaat yang di dapat. Esensi dari kegiatan berupa bentuk riil kepedulian, etika, kerjasama, tanggung jawab kepemimpinan dan masih banyak lagi tak cukup untuk menulisnya satu persatu.

Balik lagi ke cerita awal, sebuah tawaran, diterima saja dengan penuh keyakinan Lillahi ta’alaa “ah sudah tidak ada SDM lagi dari 2012 sehingga 2011 harus turun, memalukan benar 2012 ini, kalau bukan saya yang menjaga solat dan wudhu adik-adik 2013, siapa lagi?” terbersit diskriminasi angkatan. Ternyata berbekal keyakinan saja tidaklah cukup, langkah menuju tangga keikhlasan diuji untuk pertama kalinya, PJ kerohanian putra mundur padahal sudah H-minus berapa dari hari H. mecoba menawarkan melalui sms ke seluruh rekan yang ‘katanya’ terjun ke dakwah kampus dan rekan-rekan politik dakwah kampus yang baru saja tadi paginya berkoar-koar ‘membersamai proker bem’ tetapi ketika ditawari ‘hal remeh ini’  ngeles dan berlalu begitu saja. “hem mungkin teman-temanku masih sibuk dan ada seseuatu yang lebih penting dari ini” mencoba berhusnudzon, meski sumpah serapah ingin meloncat. Kaburo Maqtan. Lagi-lagi, diri saya ini diuji menaiki anak tangga keikhlasan.

Tidak sampai disitu, tidak mudah menuju puncak keikhlasan, ketika kuantitas dan komitmen rekan-rekan perempuan panitia kerohanian rontok satu persatu mendekati hari H, 3 orang mengatakan mundur H-1 pada semalam yang besoknya kita harus sudah berangkat ke lahan untuk KKM. Kelabakan benar, kelimpungan tepatnya, SDM kurang, sisi emosional saya mulai muncul dalam hati dan pikiran “toh ga papa kalian nggak ikut SG, Sharing, TOT dan TOT terakhir, datang saja pas hari H, kaos panitia kerohanian putri udah saya bayar semua, Cuma datang saja besok” ada yang ga diizinkan orang tuanyalah “kalau emang niat dengan komitmen ya dibujuklah orang tua kalian dengan  cara apa, pintar-pintarnya kalian mbujuk, lah wong yang kemarin jadi maba aja diijinin boleh ikut, lah ini jadi panitia malah ga diijinin, padahal bukannya sama agendanya, malah satunya menawarkan pahala kebaikan sebagai panitia kerohanian, bukan hanya datang duduk mendengar sebagai maba:” sisi jahat bersifat provokatif saya yang saya pendam dalam-dalam. Mungkin teman kita lagi sibuk liburan ber-birrul walidain, husnudzon sajalah. Ada yang kebanyakan alasan, yang ATMnya hilang, mau ngurus dulu padahal secara logika sabtu minggu itu Bank tutup. Ah sudahlah, tidak kugubris sms-sms dari orang ini “kalau emang niat ya udah ga pakai alasan macam-macam, kalau nggak niat ya udah”, yang tiba-tiba muncul pada saat malam terakhir KKM itupun jam 12 malam, dan besok paginya dia sudah mau pamit pulang karena ada agenda lain. Buat apa coba datang?mau nampang? sisi jahat bersifat provokatif saya yang saya pendam dalam-dalam akhinya meledak juga bersama bulir-bulir jeruk vitamin C hehe. Sungguh sangat disayangkan padahal saya begitu menyeganinya sebagai k****..

Alhamdulillah nya saat hari H selama 5 hari, Allah benar-benar SELALU memberikan pertolongan lewat tangan-tangan makhluk-Nya, dengan total panitia putri kerohanian muslim yang benar-benar datang meski ga full sampai hari terakhir itu ada 5 orang, saya dan rekan saya, Rian berangkat shift pagi, mbak Ve alias mbak Ve pengairan berangkat shift siang, Indri berangkat bareng anak-anak elektro. Besoknya Afida nyusul bareng Rian yang habis ngurus akademik. Alhamdulillah meski SDM minim sampai hari terakhir hanya berjumlah TIGA ORANG panitia kerohanian putri yaitu saya, afida dan rian karena 2 hari terakhir mbak ve dan indri harus balik karena ada urusan. Alhamdulillah KKM tahun 2013, tidak susah mengisi botol-botol untuk air wudhu seperti tahun lalu yaitu 2012, dengan dibangunnya beberapa kamar mandi darurat dengan pipa pipa terhubung berkeran, bertandon dan sebagainya karena pihak dekanat dan birokrat tidak mau ambil rugi bila wali mahasiswanya protes ke pihak kampus kalau kegiatan ini bersifat plonco seperti kampus sebelah, mengenaskan kekurangan air sehingga solatnya keteteran dan keadaan saat beribadah tidak suci maupun kotor dan sebagainya. Alhamdulillah SELALU ada bantuan dari awal kegiatan hingga hari teakhir dari rekan-rekan panitia lain koordinasi yang baik antara kerohanian Nonis, saling bahu membahu, , terutama korlap (yang imejnya harus tegas dan menyeramkan) yang segera membantu mengondisikan solat agar tidak antri di tempat wudhu. Waterboy yang selalu siap sedia membantu ketika air dari tendon menuju pipa mampet atau terlalu banyak yang keluar atau Kasie Lahan dan anggotanya yang meneguhkan tenda kesehatan yang mau ambruk dan masih banyak lainnya.

Bahagia itu sederhana, ketika salah satu korlap ikut dzikir pagi petang dan meminjam almatsurat untuk dibaca sendiri secara diam-diam ketika bertugas menjaga. Ini beneran nyata dan bikin terharu

Bahagia itu sederhana, ketika adik-adikmu pergi bergerak wudhu tanpa disuruh alias inisiatif, lalu salat jamaah di tenda dengan Ar Rahman sebagai bacaan suratnya. Ini beneran nyata dan bikin terharu.

Bahagia itu sederhana, ketika kamu berkumpul bersama dengan 4 teman seperjuanganmu, bercakap-cakap, Tadabbur Al Qur’an yang selalu berujung dengan pembicaraan munakahat, entah yang mulai siapa, kalau nggak mbak Ve ya Rian.

Kesimpulannya, Allah dulu Allah lagi Allah terus dan yakin Allah selalu meberikan pertolongan. HabluminnaAllah dan Habluminnannas, menjaga hubungan baik dengan manusia itu penting juga khususnya panitia yang ‘harus’ berkarakter garang contohnya korlap, sweeping dan evaluator.      

Teruntuk rekan-rekan terpillih, Pejuang KKM 37 yang benar sangat, engkau paling disayang Allah swt

Berbeda dengan dua tahun lalu meski 5 hari juga yang saya hanya sebagai sebagai anggota. Sangat disayangkan karena waktu itu saya sedang tidak enak badan sehingga tidak bisa maksimal membersamai rekan saya, Rian yang sebagai PJ kerohanian putri, hanya bisa ikut TOT terakhir. Medan yang kita jumpai sangat sulit,. Hanya berjumlah 4 orang SDM panitia kerohanian muslim putri meski ada 1 orang yang nyusul ke lahan KKM. Medannya sulit karena hujan deras hampir setiap harinya. Teman saya kena kutu air sehingga susah jalan tetapi tetap mengisi botol-botol air wudhu, saya saja kena diare sehingga menular ke panitia lain. Hehe. kamar mandinya hanya kakus darurat yang tidak ada airnya sehingga bertaharahnya hanya pakai tisu basah. Tetapi Allah selalu memberikan pertolongan lewat tangan-tangan makhluk-Nya, dengan SDM yang minim itu, dibantu sweeper samping (istilah  untuk panitia yang dipinggir saat evaluasi) untuk mengondisikan solat. Dan tentu saja dibantu anak-anak pengairan yaitu sebagai Waterboy mengangkat bak gedhe berisi air penuh yang diangkat dari sumber untuk panitia kerohanian putri isikan pada botol-botol air wudhu adik-adik maba, terkadang mereka juga membantu mengisikan botol-botol tersebut, panitia yang lain juga, pengmas, korlap, dan sebagainya.
Ketika mengikuti kegiatan ini, benar-benar menguji banyak hal, ukhuwah, komitmen, militan kita, prasangka kita, kadar cinta dan keikhlasan kita, apakah selama ini benar-benar berdakwah karena Allah atau hanya ingin ‘nampang’? berkoar-koar di dunia maya terkait dakwah tetapi ketika dihadapkan kepada realitas kehidupan untuk berdakwah di Teknik, mengkeret, kabur, tidak ada konfirmasi dan komitmen. keluarlah dari zona (ny)aman, katanya begitu.

Kegiatan KKM ini diibaratkan hanya serpihan rengginang di kaleng Khong Guan, hanya latihan kecil sebelum benar-benar terjun dimasyarakat agar tidak kaget.

Memang berbicara dengan tulisan itu gampang. Selo saja sih. Peluang mengajak untuk mengenal Islam banyak perangkatnya yang bisa dimanfaatkan. Tapi kalau yang timbul adalah ketidakmauan itu yang jadi masalah. “Jangan menunggu sempurna untuk memulai sesuatu” nasehat orang bijak. Begitu juga dengan membina dan menyadarkan masyarakat

Entahlah cerita diatas bisa membantu atau tidak, menambah semangat atau keikhlasan rekan-rekan seperjuangan dalam mengemban dakwah di Teknik, karena saya (untuk saat ini) hanya bisa memberikan suntikan semangat lewat tulisan dan mengirim doa-doa kebaikan agar selalu dilindungi dan dijaga hatinya oleh Allah swt. Wallahu'alam bisshowab.

Ayo anak-anak terpilih! Berangkat ke dunia digital!*
--
*Taichi - Digimon


Pare, Kab. Kediri. 1 Februari 2015 (c) Jundina Syifa'ul Mujahidda 

You Might Also Like

0 comments

About me

Mencintai Sipil dan Sastra sebagaimana mencintai suami dan anak meski belum punya.

Penggiat Senyum dan Kebahagiaan Ummi Abi

Civil Engineering 2011 | Brawijaya Malang University | Young Engineer at PT Hirfi Studio Engineering and Management Consultant

Blog : jun-syifa.blogspot.com
Twitter : @araleostrada
Instagram : @jun.syifa

Like us on Facebook

Flickr Images