Jembatan HatiMu

16:22

Bismillahirrohmanirrohiim
Assalamu'alaykum wr.wb. Alhamdulillah ada kabar bahagia saya Kulsapp lagi setelah sekian lama ga kulsapp terakhir tgl 17 Februari kemarin tentang "Tanah Air Jalan Sipil Baja Beton Jiwa Sipil".
----••----
Prolog: Pernah mendengar atau mengucapkan ini ga ketika melihat sebuah bangunan gedung, hotel, rumah  atau jembatan, "ini arsiteknya siapa ya? Yang desain sapa sih kece banget."
Tetapi ketika melihat suatu jembatan roboh, "siapa sih yg ngrancang? Uang negara diapain, pasti di korupin, kasian tuh anak2 SD ga bisa sekolah, akses ke desa sebelah jg ga bisa, perekonomian berhenti sementara, bla bla sebagainya" yang dicari siapa? Pasti orang sipil. 😂  baru-baru ini robohnya jembatan malah yang disalahkan anak-anak
http://m.merdeka.com/peristiwa/jembatan-roboh-bupati-lebak-malah-salahkan-anak-anak.html
----••----
Kulsapp saya kali ini bukan tentang perbandingan ilmu arsitektur dan ilmu teknik sipil, teman-teman bisa browsing di internet untuk mengetahui perbedaannya. Saya akan bercerita sedikit tentang Jembatan.
Kita tahu, jembatan itu adalah penghubung antara satu lokasi dengan yang lain karena terpisah akan sungai, laut dsb. Di negara maju malah sbg prasarana penyeberangan salah satu moda transportasi karena padatnya rumah penduduk. Dan kita tahu jembatan itu harus kokoh, awet, efektif, efeisien biaya, umurnya lama, tahan lama dan sbgnya.
Saya analogikan fungsi Jembatan ini dengan diri kita kepada Pencipta kita, yaitu Allah swt. Bagaimana berhubungan dengan Allah yang kita tidak tahu rupa dan bentuk-Nya tetapi kita tahu kalau Dia ada karena bukti bukti hasil ciptaan-Nya? Sebenarnya banyak hal yang bisa membuat kita menjaga hubungan dengan Allah, membuat 'jembatan kita sendiri' yang kokoh dan tentu saja efisien biaya alias gratis. 😁  kuncinya adalah istiqomah.
Kalau kata Murabbi saya-yang-tidak-boleh-disebutkan-namanya-dan-yang-barusan-punya-debay 👶, menjaga hubungan dengan Allah itu kuncinya cuma 2 yaitu 1) berdzikir & 2.) Menjaga kelezatan & kenikmatan bertemu dengan-Nya.
Hati kita bergetar, kulit merinding ketika mendengar asma Allah.
Alhamdulillah, dengan adanya grup ODOJ MITI itu sepertinya menguji KEJUJURAN teman2 untuk laporan  dan KEISTIQOMAHAN teman2 termasuk saya sendiri untuk laporan. 😁
Dan jujur saya masih kadang agak sulit untuk bangun tahajud jam 03.00 karena beberapa hal yang sering menuntut untuk begadang dan Bahkan tidak tidur sama sekali itu menjadi hal yang lumrah bagi saya. Jadi, kadang-kadang ya cari amannya itu salat sunah sehabis salat isya dan menurut sepahaman saya, kayaknya itu bukan termasuk Tahajud kan ya? Mohon dikoreksi bila saya salah.
Sebagai pengingat diri saya sendiri untuk dicamkan dan dilakukan, beberapa kalimat dari buku Perempuan Pencari Tuhan "Shalat malam bukan hanya keinginan manusia, tapi juga cinta Allah. Kita harus bertanya pada diri sendiri ketika kita nggak terbangun untuk untuk shalat Tahajud. Kira-kira dosa apa yang kita lakukan sehingga Allah nggak mau bertemu dengan kita?" Dan ada lanjutan kalimatnya yang sebagai jawabannya.
Dulu saya sempat berpikir kalau waktu solat isya itu panjang dan batas habisnya subuh ternyata kata Ustadz Azhar Reza di suatu kajian "ga ada haditsnya.  beliau menambahkan kalau solat isya itu waktunya sampai setengah malam sekitar jam 23.00-23.30." 😂 
Kembali ke Jembatan Hati, ada 5 hal perusak hati
1. Banyak bergaul (terlalu banyak bergaul akan mempengaruhi defitas) QS Al Furqon 27-29
2. Tenggelam dalam angan-angan
3. Bergantung pada selain Allah contohnya manusia, teman, pekerjaan QS Maryam : 81
4 & 5 saya lupa hehe ga lengkap nyatetnya dr penjelasan mbak MR.
Sebenarnya pengen bahas juga juga terkait jembatan kita kelak, Siraathal Mustaqim, seperti sehelai rambut tapi strukturnya sangat luar biasa. Kokoh. Bagaimana kita bisa melewatinya? Lalu bagaimana tanda Allah mengingat kita? Semoga bisa menjadi bahan diskusi kita malam ini.
Kira-kira cukup sekian Kulsapp dari bila ada yang salah murni dr saya dan yg benar datangnya dr Allah swt. Mohon maaf bila ada salah n khilaf, n tolong koreksinya.
Semoga kita bisa membuat 'jembatan' kita sendiri, penyeberang antara kalian dan mereka, penghubung antara aku, Dia, dan kamu.... *kamu siapa? 😁 
Malang, 16 Maret 2015 (c) Jundina Syifa'ul Mujahidda, Mahasiswi 2011 (segera ST. Aamiin) Universitas Brawijaya Malang.
Yuk menjalin silaturahmi juga di jun-syifa.blogspot.com / araleostrada.tumblr.com

You Might Also Like

0 comments

About me

Mencintai Sipil dan Sastra sebagaimana mencintai suami dan anak meski belum punya.

Penggiat Senyum dan Kebahagiaan Ummi Abi

Civil Engineering 2011 | Brawijaya Malang University | Young Engineer at PT Hirfi Studio Engineering and Management Consultant

Blog : jun-syifa.blogspot.com
Twitter : @araleostrada
Instagram : @jun.syifa

Like us on Facebook

Flickr Images