Mentality of Minority

13:26

Remember the Syrian dad who sells pens while holding his sleeping daughter?
~9gag


Salah satu teman pernah berkata, tidak terlalu yakin, tapi sepertinya bapak ini muslim. OK, bukan itu poinnya. Saya yakin orang-orang yang mendonasikan uang untuk bapak ini berasal dari berbagai latar belakang dan agama. Mereka tidak segan mendonasikan uang bagi orang yang berkeyakinan berbeda dari mereka.
Sebentar lagi Natal. Ada sekelompok mahasiswa asing dan lokal di universitas tempat saya pertukaran pelajar yang hendak "ngamen" Christmas Carroll. Uang hasil mereka "ngamen" akan mereka sumbangkan kepada anak-anak di Suriah.
Saya sangat bahagia, sekaligus sedih. Bahagia karena kemanusiaan tidak benar-benar mati seperti yang orang katakan. Sedih karena di negara saya, umat muslim yang merupakan mayoritas, justru bermental minoritas. Sedikit-sedikit merasa terancam, merasa tidak dihargai, ngomel, menyalahkan JIL, Syiah, konspirasi wahyudi, atas semua yang terjadi.
Bahkan mentality of minority ini kadang menghalangi mereka dari berbuat baik kepada sesama.. yang berkeyakinan lain dari mereka. Contoh, kalau belanja ke convenience store, kasir biasanya tanya,"Kembalian 100 rupiahnya boleh disumbangkan?". Kita biasanya iya-iyain saja. Namun kemudian, beberapa tahun lalu, ada beberapa teman yang share sebuah status di facebook bahwa uang sumbangan di convenience store itu biasanya disumbangkan untuk panti asuhan milik yayasan berbasis keagamaan lain, dan menghimbau umat muslim untuk tidak menyumbang.
Ketika ada serangan militer Israel ke Jalur Gaza, ada sebuah RS di dekat jalur Gaza yang didirikan oleh seorang dokter asal lndonesia yang membuka rekening donasi, jika ada yang ingin membantu, tinggal kirim uang dan uang akan digunakan untuk operasional RS. Tiba-tiba ramai beredar kabar bahwa "Itu rumah sakit Syiah! Jangan nyumbang ke sana!" Luar biasa. Lalu mereka mungkin lebih memilih ikut latihan beladiri yang diadakan oleh ormas. Niatnya sih mau ke jalur gaza, ikut perang melawan peluru kendali, pakai tinju. As if!
Ketika muslim di belahan bumi lain sibuk membangun kembali citra Islam yang luluh lantak, ketika orang-orang bahu-membahu membuat dunia lebih baik, kami di Indonesia mohon maaf tidak bisa membantu. Kami sedang sibuk adu mahzab dan mengkavling surga sesuai versi masing-masing.

Miris banget, setelah tragedi Paris efeknya benar-benar luar biasa.  Khususnya di dunia maya, sosial media. di BBC, facebook. Kita dibikin berkotak-kotak saling menjelekkan. Mana agama yang benar dan agama yang salah. Munculnya juga Islamophobia.
Di Amerika sana, bakal calon presiden Donald Trump menyerukan orang muslim dilarang masuk amerika. 
Lalu di California pembantaian massal oleh pasangan 'muslim'. 
Mark Zuckerberg, CEO Facebook, ketika memberikan supportnya kepada Muslim bahkan setelah facebook membenarkan dukungannya pada Paris dengan menyetting profil berbendera Paris, terlihat dukungan 'kurang simpatik' dari akun akun yang sekiranya dikihat dari namanya beragama muslim dan foto profil berkerudung.
Duh, saudara-saudaraku semuslim. Islam itu rahmatan lil 'aalamiin. Islam itu sempurna tapi muslim itu memang tidak sempurna.
Sebagai orang muslim, seharusnya kita membrandingkan diri kita sebagai muslim yang baik, bahwa Islam itu benar benar agama yang membawa kedamaian, keselamatan. Rahmatan lil 'aalamiin.
Kuatkan hatimu wahai saudara-saudaraku semuslim di Amerika sana dan dibelahan bumi dimanapun.

Setelah membaca :
http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/12/151210_trensosial_muslim_tentara?ocid=socialflow_facebook

http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/12/151207_trensosial_bukanmuslim_leytonstone

http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/12/151201_trensosial_exmuslim

http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/11/151119_trensosial_hijab_bendera

http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/12/151208_trensosial_10hal_donaldtrump?ocid=socialflow_facebook

Pare, 12 Desember 2015 (c) Jundina Syifa'ul Mujahidda

You Might Also Like

0 comments

About me

Mencintai Sipil dan Sastra sebagaimana mencintai suami dan anak meski belum punya.

Penggiat Senyum dan Kebahagiaan Ummi Abi

Civil Engineering 2011 | Brawijaya Malang University | Young Engineer at PT Hirfi Studio Engineering and Management Consultant

Blog : jun-syifa.blogspot.com
Twitter : @araleostrada
Instagram : @jun.syifa

Like us on Facebook

Flickr Images