Surat ~Untukmu yang Berusia 22 Tahun~

23:59

Untuk diriku yang masih berumur 22 tahun....Apakah kamu masih bersama adik-adikmu? Nah. Kau pasti masih bersamanya.
Berada disekitarnya adalah hal yang paling aku syukuri. Karena mereka dilahirkan, aku juga pasti dilahirkan.Aku sangat tahu ini: di masa depan ketika orangtuaku tidak ada, mereka tidak akan pernah sendiri. Jadi, orangtuaku membuat keputusan untuk memberikan mereka saudara yang bisa menjaga mereka setelah mereka tiada. Oleh karena itu, itulah mengapa aku berada disini sekarang.
Jika mereka terlahir tidak normal, aku mungkin tidak akan berada disini. Sungguh, sudah tidak ada keraguan tentang masa depanku. Aku benar-benar tahu tepatnya mengapa aku berada disini.
Tapi terkadang... hanya terkadang... aku berharap mereka tidak berada disini. Ada kalanya, aku tidak merasa padanya. Tapi, aku kemungkinan besar tetap berada di samping mereka selama hidupku. Itulah alasanku berada disini, setelah semua.

Dear, kamu yang sedang membaca surat ini:
Dimana dan apa yang sudah kamu lakukan sampai sekarang untuk dirimu sendiri?
Saat 22 tahun, ada hal-hal yang di pikiranku bahwa aku tidak bisa menceritakannya pada siapa pun.
Tetapi jika itu dalam sebuah surat kepada diriku sendiri, aku yakin aku bisa pergi ke depan dan mengungkapkan segalanya dengan jujur.
Sekarang, aku merasa seperti kehilangan; putus asa, aku hampir menangis dan aku hampir kehilangan jati diri. Suara dari kata-kata siapa yang bisa aku ikuti?
Hatiku cuma satu, dan satu-satunya, dan telah begitu hancur berkali-kali.
Tapi untuk saat ini, aku akan hidup melalui rasa sakit ini.

Dear, diriku yang berumur 22 tahun: Terima kasih.
Aku memiliki hal-hal yang ingin kukatakan pada mu. Jika kamu terus mencari jawaban lebih dalam akan tujuan kepada dirimu, kamu akan menemukan jawabannya.

Mengarungi badai di lautan masa muda itu adalah sebuah perjuangan keras yang mungkin akan sulit bagimu. Namun teruslah berlayar menuju pantai masa depan dengan perahu mimpimu.

Hanya saja jangan putus asa dan jangan menangis.

Ketika kamu merasa kamu mungkin saja ingin menghilang, kehilangan jati diri atau putus asa, Suara dari dirimu itulah yang bisa kau ikuti. Teruslah melangkah dan tetaplah percaya pada suara hati. nurani.

Aku yang sudah dewasa ini pun, sering punya malam-malam yang menyakitkan tanpa bisa mengedipkan mata untuk tidur, terjaga pada malam hari.
Tetapi, dalam manis pahitnya kehidupan aku terus hidup dan menjalani masa kini.
Segala sesuatu dalam kehidupan memiliki suatu makna, Janganlah takut dan wujudkanlah impianmu. Teruslah yakin!

Tidak peduli di masa apapun kita tinggal, kamu tak akan pernah bisa menghindari kesedihan.
Jadi, perlihatkanlah senyumanmu dan hiduplah untuk kali ini. Jalani hidup yang sekarang.

Dear, kamu siapa saja yang sedang membaca surat ini:
Aku selalu berdoa akan berhak kebahagiaanmu.

Dear, kamu semuanya yang berumur 22 tahunJujus saja, aku benci kalian semua. Kau hanya anak-anak berlagak dewasa dengan pakaian remaja, tapi kau kasar, keras, dan selalu sesumbar; selalu berjalan dengan mulutmu saja.Dan bahkan jadi, setiap diantara kamu adalah sebuah buku yang terbuka terbuka, dan kamu semuanya tahu kapan waktunya menjadi serius. Aku yakin itu bahwa untuk diriku sendiri serta kalian semua, akan ada banyak melalui terendah untuk dilewati, maksudku mungkin akan ada rintangan untuk dilewati. Tapi selama waktu itu, mari biarkan kita memiliki sebuah lagu di bibir kita dan tetap melangkah. Dan kita sama sekali tidak berada di kita sendiri dan kamu juga tidak. Hal ini tentu sangat sederhana dan sangat sangat penting yang saya dapatkan dan pelajari dari sekelompok anak-anak berlagak dewasa dengan pakaian remaja yang aku benci.

~Yours Sincerely

FS Tol Kediri Kertosono, tengah malam antara 1-2 September 2016 (c) Jundina Syifa'ul Mujahidda



foto : dok. pribadi/Selorejo

You Might Also Like

0 comments

About me

Mencintai Sipil dan Sastra sebagaimana mencintai suami dan anak meski belum punya.

Penggiat Senyum dan Kebahagiaan Ummi Abi

Civil Engineering 2011 | Brawijaya Malang University | Young Engineer at PT Hirfi Studio Engineering and Management Consultant

Blog : jun-syifa.blogspot.com
Twitter : @araleostrada
Instagram : @jun.syifa

Like us on Facebook

Flickr Images