Resiko (Beranjak) dewasa

09:17


Resiko (Beranjak) dewasa

Ada banyak hal yang dengan membayangkannya saja sudah mampu membuat kita kenyang dan pada akhirnya justru membuat kita males untuk melakukannya.
Entah itu urusan kuliah, tanggungjawab di organisasi atau dikegiatan sosial.
Kadang pengen rasanya kita mundur dan pergi dari itu semua, dan memilih kegiatan lain yang lebih kita suka. Kadang kita mikir, loh hidup ini pilihankan, tapi kenapa sekarang situasi tidak mendukung untuk memilih sesuka hati kita?
Semakin dewasa aku semakin berpikir bahwa orang tua tidak mengekang kita secara berlebihan, orang tua mulai menaruh kepercayaan. Iya memang. Tapi, apa kita lalu benar-benar menjadi individu yang bebas?
Tidak.
Ada hal lain yang mengekang. Seperti kalimat “apa kata orang” yang kadang membuat kita takut untuk membuat keputusan-keputusan ekstrim padahal keputusan itu baik untuk kita.
Disaat seperti ini kedewasaan diuji. Dewasa itu harus bisa tenang menghadapi segala emosi. Dewasa itu harus menghadapi semua hal yang sudah ditakdirkan, terlepas kita menyukainya atau tidak. Memang itu tidak enak dan melelahkan, tapi begitulah resiko untuk beranjak dewasa.
—Dan aku sedang berusaha menjadi dewasa, semoga bisa :) —


Malang, 21 Oktober 2014 (c) Jundina Syifa'ul Mujahidda

You Might Also Like

0 comments

About me

Mencintai Sipil dan Sastra sebagaimana mencintai suami dan anak meski belum punya.

Penggiat Senyum dan Kebahagiaan Ummi Abi

Civil Engineering 2011 | Brawijaya Malang University | Young Engineer at PT Hirfi Studio Engineering and Management Consultant

Blog : jun-syifa.blogspot.com
Twitter : @araleostrada
Instagram : @jun.syifa

Like us on Facebook

Flickr Images