Pudarnya Pecinta Senja

15:36


Pecinta Fajar dan Senja

Pencinta senja.
Disana, dia gigih melukis wajah kekasihnya, dengan tinta biru jingga dan langit sebagai kanvasnya.
Telah pudar cahaya bintang dan semua mata telah berhenti melihatnya.
Detik-detik ketika hanya bisa bicara pada udara.
Dilelap kasur nikmat yang kau kutuk itu, diluar sana kelas dibawahmu, tidur beralaskan teras, beratapkan langit, bintang redup.
Apa yang kita berikan berwarna putih belum tentu diterima putih, bisa saja merah muda atau bahkan hitam.
mari sejenak kita mulai membicarakan tentang pelangi dimalam hari dan juga tentang memeluk inti bumi.
Sungguh,
Gerimis adalah miniatur tangis. Kalau deras seperti sebuah dilatasi memori pada aforisme sketsa langit.


Candi Ijo Jogjakarta 17 Desember 2016 (c) Jundina Syifa'ul Mujahidda



You Might Also Like

0 comments

About me

Mencintai Sipil dan Sastra sebagaimana mencintai suami dan anak meski belum punya.

Penggiat Senyum dan Kebahagiaan Ummi Abi

Civil Engineering 2011 | Brawijaya Malang University | Young Engineer at PT Hirfi Studio Engineering and Management Consultant

Blog : jun-syifa.blogspot.com
Twitter : @araleostrada
Instagram : @jun.syifa

Like us on Facebook

Flickr Images